Langit Hitamku
Aku hanya bisa berharap.
Akan ada angin yang meniup mendung itu.
Aku tak berharap ada hujan.
Karena hujan tak selalu terang.
Yah, mendung hati ini semakin menyingsing.
Meninggalkan langit hitamku.
Dan tergantikan cahaya matahari yang menghangatkan hati.
Yang membuat hatiku berjalan normal kembali.
Tapi, musim penghujan belum selesai.
Aku sering berharap bertemu seseorang.
Yang aku tunggu akan datang.
Biarlah ada gerimis.
Jika nantinya banyak bunga yang bermekaran.
Biarlah ada hujan.
Jika nantinya ada pelangi.
Biarlah ada gemuruh.
Jika itu menjadi penghibur dan peramai hatiku.
Dan aku rela.
Jangan menantikan pelangi yang belum jelas kedatangannya.
Tapi bersiaplah menghadapi hujan.
Karena ada kabar gembira di antara tetesnya.
Cuma ini.

Komentar
Posting Komentar