Rupa Pura-pura. Puisi tentang alam.



RUPA PURA-PURA

Atas nama cinta.
kita telah meminta duka.

Para penikmat, kita nyatakan benci.
Atas nama cinta, kitalah yang menikmati.

Katanya kesatuan di atas segal.
Menutupi diri dari mereka tuk menjaga kesatuan kita jadikan atas nama.

Dengan ucapan kita ingin membersihkan alam raya.
Di rumah bahkan dengan tangan sendiri, kitalah yang mengotorinya.

Tahun demi tahun kita bergerak.
Dalam setiap tahun kita bertekuk.

Dengan identitas kita berbangga.
Ketika ditanya, kita tak tahu apa.

Alasan kita karena dasar cinta.
Bagi mereka, kita telah dianggap gila.

Setiap tindakan dipilih dengan dasar ada tujuan.
Ketika ditanya hasil, kita malah kebingungan.

Satu per satu hak ingin kita dapatkan.
Namun kewajiban, satupun tak kita tunaikan.

Ini dan itu kita putuskan sebagai kebijakan.
Ketika dipandang dari nilai dan keutamaan, tak tercermin ada kebijaksanaa.

Berhenti dan mari berintrospeksi dan berbenah diri.
Untuk membuktikan bahwa kita pantas menjadi khalifah di bumi ini.

Komentar